Filed under: 私の日記
wah, kali ini aq dpt tugas dr dosen mata kuliah Penulisan Kreatif, tema-nya menulis hal menarik dalam hidupmu selama 3 hari mendatang
ahaha~ setelah aq lewati 3 hari yang bisa aq bilang "SESAK & MENCEKIK LEHER" akhirnya ku kerjakan juga tugas ini
so, begini-lah hasil tugas-ku…
::: ~~ ::: ~~ ::: ~~ ::: ~~ :::
~~~ 3 Hari yang Melelahkan ~~~
Bisa dibilang,
3 hari yang kulalui tidak terlalu menarik. Pasalnya, 3 hari itu kujalani
seperti biasanya, tapi ada sesuatu yang membuat 3 hari – yang menurutku –
sebagai hari yang paling melelahkan. Nah, inilah kisahku selama 3 hari itu…
Jumat (14 Maret 2008). Aku
bangun pagi seperti biasanya, yah walau agak terlambat juga bangunnya. Kulihat
jam di kamarku, wah sudah jam 8 rupanya,
kataku dalam hati. Aku tidak terkejut dengan keterlambatanku bangun. Ini kan hari jumat, lagipula hari ini kan
tidak ada kuliah, kuliahku pun cuman sampai hari kamis saja. Dengan masih
berpakaian tidur, aku keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan.
Kulihat adikku sedang makan sambil berbicara dengan mama dan sepupu.
“Masak apa?”,
tanyaku.
“Ada ayam
goreng disitu, makan saja!” jawab mama.
“Hmm…” aku berdehem
melihat ada 4 potong ayam goreng yang tersaji di meja makan, di sampingnya ada
sepotong ikan goreng dan kuah sayur yang mungkin baru saja dipanaskan, “ayam
lagi…”
Aku menuju kamar
mandi, mencuci muka dan menggosok gigi, terus membersihkan tangan. Setelah itu
aku ambil piring, kemudian menimba nasi dari rice cooker, mengambil ayam dan
menuangkan sedikit sambal di samping potongan ayam goreng. Sebelum aku makan,
aku teringat sesuatu yang sebenarnya merupakan kebiasaanku kalau mau makan.
Yah, membuat minuman dingin yang kunamakan floaty
cola. Ehem, apakah aku harus menuliskan cara buatnya di ceritaku ini? Yah,
sedikit bocoran saja, sangat gampang membuatnya. Cukup sediakan saja coca cola,
es batu, dan tak lupa es krim vanila, semuanya dicampur di satu gelas.
“Minum itu
lagi? Jangan keterusan, nanti tulangmu keropos!” tegur mama melihatku sedang
mengaduk-aduk minuman tersebut.
“Yah, gak
apa-apakan ma, yang penting ndak diminum 1 hari 5 kali” bantahku.
Aku langsung
membawa makanan dan minumanku di ruang keluarga. Kuletakkan minuman di atas
meja, dan tanganku mengambil remote tv kemudian menekan tombol ON, tv pun
menyala. Yah, itulah hal kesukaanku, makan sambil nonton, hmm… mungkin kalian
juga begitu kan?
Setelah makan –
dan mungkin sekaligus mencerna berita yang aku tonton tadi – aku keluar dari
rumah menuju halaman semabari duduk di sebuah kursi merasakan angin yang sedang
bernyanyi. Aku hanya melihat kedua anjingku sedang bermain. Dua? Tidak, tidak,
aku tidak hanya memiliki 2 anjing, tepatnya aku memelihara 5 anjing. Menyeramkan. Pasti kalian berpikir
begitu. Keluargaku sangat suka anjing, kecuali nenekku, tapi terkadang beliau
sendiri berbicara dengan anjing putih totol coklat – mirip dalmatian jika
kalian membayangkannya – jika anjing itu sedang asyik menggerogoti karpet
tidurnya sendiri. Aneh.
Ah, aku
teringat lagi sesuatu. Aku langsung berdiri dari bangku yang aku duduki di
halaman rumahku. Bergegas aku masuk ke kamar mengambil pakaian dan menuju kamar
mandi. Duh aq lupa, gerutuku dalam
hati sambil terus menimba air menyirami diriku.
Setelah aku
selesai mandi, aq menuju meja belajarku. Membuka laptop. Dan… koneksi ke
internet. Yah, aku sedang mencari bahan untuk tugas mata kuliah Komunikasi
Antar Budaya. Syukurlah aku ingat.
Selama 5 jam
aku terus menatap laptop, mencari, mencari, dan terus mencari bahan yang aku
inginkan untuk pembuatan tugasku itu. Ugh,
gerutuku dalam hati, mana sih teorinya,
omelku sambil mengetuk-ngetuk jariku di atas meja, menunggu loading sebuah site
yang sedang aku buka.
“Ah, ini dia!”
seruku sambil menekan mouse menuju
tab save file as..
Karena mataku
agak lelah melihat laptop selama – yang sudah kuhitung – 6 jam lebih, aku pun
berhenti main internet, padahal sebenarnya aku mau mencari sesuatu selain
mencari bahan untuk tugasku, tapi lain kali aja.
Aku tidak
mematikan laptop saat aku mau istirahat, tapi tetap dinyalakan sambil memutar
lagu kesukaanku – soundtrack anime (film kartun jepang) – dan mengaktifkan
screen saver sambil menunggu isian baterai laptop penuh.
Ehem, hanya ini
yang aku ingat di ceritaku pada hari jumat.
Sabtu (15 Maret 2008). Huff, lagi-lagi bangun jam 8 pagi.
Seperti biasa, hal yang selalu aku lakukan – makan pagi sebelum mandi – dan sudah
dipastikan duduk di depan tv. Sehabis makan, aku langsung bergegas mandi.
Setelah
kegiatan rutin yang selalu aku jalani selesai, aku langsung membuka laptop,
mengambil data yang kemarin aku cari di internet dan memindahkannya di flash
disk. Kemudian aku menuju ke komputer keluarga dan mem-print data tadi.
Kubiarkan laptop terbuka sambil memainkan lagu kesukaanku dan screen saver
bergambar anime jepang menghiasi layar laptopku tersebut.
Aku duduk tidak
jauh dari laptopku, dan membaca hasil print tadi. Yah, itu bahan tugas
Komunikasi Antar Budaya. Aku membaca, dan jika ada yang penting dan menarik
untuk dipakai dalam tugas, aku mewarnai dengan spidol berwarna.
Kemudian aku
mengambil beberapa lembar kertas. “Apa ya?” tanyaku pada diri sendiri,
“sepertinya ada yang kulupa” aku berpikir sejenak. Oh iya – aku mengingat,
tanganku menyambar ponsel yang berada di atas mejaku, tepatnya di samping
laptop yang berjarak 20 cm. Aku pun mengetik sebuah sms dan kukirimkan kepada
temanku – Anthy, yang notabene adalah teman setimku dalam mengerjakan tugas
itu. Bunyinya seperti:
“Anthy, sudah ko kerjakan bagian
pembahasannya?
Kalo sudah kirim ke emailku nah!
Saya lagi kerja bagian
pendahuluan dan yang lainnya”
Selang beberapa
menit, ponselku berdering. Hmm… dering
sms, tebakku mengambil ponselku dan membuka kota masuk. Ternyata benar
dugaanku, Anthy membalas yang baru saja kukirim.
“Iyyo, skr saya lagi kirimkan ko
ini pembahasan
Tunggu mi saja”
Aku tersenyum
membaca sms. “Itu artinya aku tinggal peras otak supaya laporannya cukup 3000
kata, ah, bukan, mungkin lebih dari 3000 kata” gumamku sambil mengambil
lembaran kertas tadi dan memulai membuat tugas yang kurasa sangat susah.
Malamnya, aku
belum mengetik satupun huruf, kata, bahkan kalimat untuk tugas Komunikasi Antar
Budaya. Yang sedang aku kerjakan saat itu mengedit sebuah lagu instrument untuk
tugas PMAV-ku.
“Haaa~” aku
menghela napas.
“Kenapa?” tanya
mamaku yang sedang duduk sambil menonton tv.
“Ini!” tukasku,
“tugas pmav susah sekali, haaa~,”
“Makanya tugas
itu dikerja jauh-jauh hari sebelumnya” nasihat mama.
“Bagaimana mo
dikerja kalo masih blank otakku?” bantahku, terus melanjutkan bicara ke adikku
yang sedang bermain komputer satunya, “Indi, kalo ko sudah selesai, pinjam
dulu, moka kerja ini tugas audioku, sebentar ji, karena cool editku expired ki”
“Iyyo, jam
berapa mo ki pake?” tanya adiiku.
“Jam berapa ko
selesai kerja tugas ka?” tanyaku kembali.
“Ndak tau mi”
jawabnya.
“Begh~”
cemberutku, “sa pake palle na jam 11 na, cepat ji ini sa kerja.”
“Iyoyo!!”
jawabnya lagi
Tepa jam 11
malam, aku pun memakai komputer punya adik, karena hanya di tempat itu yang
cool editnya alias adobe auditionnya masih berfungsi. Haa~ hari ini memang
melelahkan bagiku, dan tugas audioku itu selesai jam 2 pagi, ohh.
Minggu (16 Maret 2008). “Bangun!
Bangun!” panggil mamaku.
“Hoaaamm!” aku
terbangun walau mata rasanya berat untuk terbuka, tapi aku pun memaksa untuk
bangun, kulihat jam di dinding, “hmm, jam setengah enam!”
“HAH?! Setengah
enam!!!” kagetku, lalu aku bergegas ke kamar mandi. Mungkin kalian berpikir
kenapa aku sekaget itu melihat jam, apalagi masih jam setengah enam pagi. Yah,
hari ini kan hari minggu, hari buatku dan keluargaku memanjatkan syukur ke
gereja. Aku biasanya gereja jam setengah tujuh pagi, kebiasaan atau bukan, tapi
bagiku jam segitu enak untuk ibadah. Apa karena jam delapan pulangnya dan aku
bisa menikmati anime kesukaanku? Hmm… mungkin bisa dikatakan begitu.
Oh ya, hari ini
juga sepupuku akan diteguhkan sidi
dan bersama yang lainnya – kakek, nenek, dan dua adikku – akan gereja jam
sembilan pagi.
Sepulang
gereja, bukannya aku bisa nikmati anime kesukaanku, aku malah harus
membersihkan rumah. Yah dikarenakan hari ini sepupuku diteguhkan sidi, maka
sebentar siang ada acara makan bersama keluarga besar.
“Ma!” panggilku.
“Ada apa? Sudah
ko bersihkan kaca jendela? “ tanya mama.
“Edd…
sebentar pi itu, sa minta istirahat 30 menit na, moka nonton dulu, na? na?”
mohonku sambil meletakkan sapu di samping kulkas.
“Iya, setelah
selesai nonton jangan lupa bersihkan kaca jendela” mama memperingatkan.
“Ok ma! Beres
mi itu!” jawabku meninggalkan mama yang sedang merapikan meja makan menuju
ruangan keluarga dan menyalakan tv.
Setelah 30
menit istirahatku selesai, aku melanjutkan tugas membersihkan rumah lagi.
Pertama melap kaca jendela seperti yang disuruh mama, terus menyapu lantai. Ugh! Aku mengernyitkan alisku melihat
tumpukan bulu anjing yang berada di sela-sela kursi. Segera aku menyapunya
perlahan, karena kalau teralu bersemangat bisa-bisa bulu-bulu anjing itu
terbang kemana-mana.
3 jam 30 menit,
bersih-bersih rumah selesai. Dan aku pun sudah mandi kembali. Anggota keluarga
datang satu per satu, dan setelah semuanya lengkap, kakek selaku kepala
keluarga memanjatkan doa makan. Doa makan pun selesai dan acara makan dimulai.
Malamnya, aku
melanjutkan mengerjakan tugas Komunikasi Antar Budaya. Peras otak pun dimulai.
3000 kata. Itu yang selalu ada dalam pikiranku. Aku terus mengetik, mengetik,
setiap huruf, kata, dan kalimat. Dan sesekali memeriksa apakah tugasku sudah
menncapai jumlah kata yang ditentukan tersebut.
“Haa~ akhirnya,
selesai juga!” gembiraku, sambil mulai menekan tab koneksi ke internet untuk
dikirim ke dosen. Ah, tunggu dulu!
Aku melupakan sesuatu. Oh iya, aku belum
men-convert ke bentuk pdf. Ah, pusing! Aku tidak punya program pdf writer,
bagaimana ini? Aku terus memutar otak mencari master pdf writer di internet.
Tepat pada saat
itu, kak Acap – seniorku, online di YM (yahoo messenger). Segera aku ber-chat
dengannya meminta bantuan untuk men-convert tugasku ke bentuk pdf. Dan
beruntungnya kak Acap sedang main di warnet yang dijagai kak Rahe. Aku pun diminta mengirim tugasku supaya bisa
dibuatkan dalam format pdf.
Tidak beberapa
lama, dikirmkan tugasku yang sudah berbentuk pdf dan kukirim tugasku itu ke
dosen tepat jam 11 malam, sejam lagi deadlinenya
“Trims na
kakak!” tulisku di instant message punya kak Acap
“Sama-sama
dek!” balasnya.
Yah itulah kisahku selama 3 hari yang sangat
melelahkan dengan 2 tugas yang begitu berat dan juga selesai tepat pada
waktunya. Aduh! Semua badanku pegal
rasanya, dikarenakan terus duduk di depan laptop, bahkan sampai menulis kisah
ini juga.
~~~ owari… (the end) ~~~

